Mengungkap Vela-Banzi: Raksasa Tersembunyi yang Menarik Galaksi Kita

13

Para astronom telah mengungkap skala sebenarnya dari struktur kosmik masif yang tersembunyi di balik jalur debu Bima Sakti kita. Dikenal sebagai Vela Supercluster, kumpulan galaksi yang sangat besar ini jauh lebih besar dan masif dari yang diyakini sebelumnya. Tarikan gravitasinya begitu kuat sehingga mempengaruhi pergerakan galaksi di sudut lokal alam semesta kita, dan bertindak sebagai pendorong utama “arus kosmik”.

Mengintip Ke “Zona Penghindaran”

Selama beberapa dekade, para astronom menyebut sebagian besar langit sebagai “Zona Penghindaran”. Wilayah ini terletak tepat di belakang piringan padat galaksi Bima Sakti kita. Karena galaksi kita dipenuhi awan debu dan gas antarbintang, cahaya tampak dari objek jauh di balik tabir ini terhalang atau menjadi sangat merah, sehingga hampir tidak terlihat oleh teleskop optik tradisional.

Zona ini mencakup sekitar 20% dari seluruh langit dari sudut pandang Bumi. Akibatnya, sejumlah besar real estat kosmik masih belum tereksplorasi. Namun, kemajuan terkini dalam astronomi radio telah memungkinkan para ilmuwan untuk melewati hambatan berdebu ini. Gelombang radio, tidak seperti cahaya tampak, dapat melewati debu antarbintang secara relatif tanpa hambatan, sehingga mengungkap struktur tersembunyi yang tersembunyi di dalamnya.

Misteri Aliran Kosmik Berlebih

Supercluster Vela pertama kali diidentifikasi pada tahun 2016 oleh tim yang dipimpin oleh Renée C. Kraan-Korteweg dari Universitas Cape Town. Terletak sekitar 870 juta tahun cahaya jauhnya, awalnya dianggap sangat besar. Namun, pengamatan menunjukkan adanya perbedaan: massa Vela yang diketahui tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan tarikan gravitasi yang diamati di galaksi terdekat.

Para astronom mempelajari pergerakan ini melalui “aliran kosmik” —penyimpangan halus dalam pergerakan galaksi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi struktur masif. Arus ini mirip dengan pasang surut di lautan, dimana massa besar menarik materi ke arahnya. Meskipun raksasa lain seperti Great Attractor dan Shapley Supercluster (650 juta tahun cahaya jauhnya) diketahui menggerakkan arus tersebut, pergerakan yang diamati di wilayah ini melebihi perhitungan massa Vela sebelumnya.

Vela-Banzi: Superkluster Terungkap

Untuk memecahkan misteri ini, sebuah studi baru yang dipimpin oleh Amber Hollinger dari Universitas Lyon 1 Claude Bernard di Perancis, bekerja sama dengan tim Kraan-Korteweg, menganalisis data baru yang ekstensif. Mereka menggabungkan 65.518 pengukuran jarak galaksi dari katalog CosmicFlows dengan 8.283 pergeseran merah galaksi baru yang diamati di dekat bidang Bima Sakti.

Yang terpenting, tim ini memanfaatkan data dari dua fasilitas kesehatan utama di Afrika Selatan:
* SALT (Teleskop Besar Afrika Selatan): Menyediakan pengamatan optik.
* Susunan Teleskop Radio MeerKAT: Mendeteksi emisi radio dari gas hidrogen di galaksi jauh, sehingga memungkinkan para astronom melihat menembus debu Bima Sakti.

Analisis mengungkapkan bahwa Supergugus Vela terdiri dari dua dinding gugus galaksi, masing-masing memiliki inti padat dan masif, yang bergerak menuju satu sama lain di bawah pengaruh gravitasi. Perhitungan terbaru menunjukkan bahwa Vela mengandung sekitar 33.800 triliun massa matahari material yang tersebar dalam volume lebar 300 juta tahun cahaya.

Mengapa Ini Penting

Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang lanskap gravitasi alam semesta lokal. Supergugus Vela sekarang memiliki massa yang sebanding dengan Supergugus Shapley dan memberikan pengaruh gravitasi yang melebihi pengaruh Penarik Besar. Hal ini menjelaskan aliran kosmik yang sebelumnya tidak diketahui, karena massa Vela yang besar cukup untuk menarik galaksi di sekitarnya dengan kekuatan yang sangat besar.

Tim peneliti menjuluki struktur terungkap ini “Vela-Banzi,” yang berarti “terungkap secara luas” dalam bahasa isiXhosa, bahasa yang digunakan di Afrika Selatan. Nama ini mencerminkan metode penemuannya—melihat melalui tabir debu—dan visibilitas yang lebih luas yang dibawanya ke lingkungan kosmik kita.

“Penemuan ini membantu melengkapi peta alam semesta terdekat. Untuk pertama kalinya kita dapat dengan jelas melihat salah satu pemain gravitasi utama yang tersembunyi di balik galaksi kita.”

Kesimpulan

Pembukaan Vela-Banzi menunjukkan bagaimana astronomi radio modern dapat menembus titik buta observasi tradisional. Dengan memetakan raksasa tersembunyi ini, para astronom telah mengoreksi pemahaman kita tentang gaya gravitasi lokal, dan menunjukkan bahwa struktur yang membentuk lingkungan kosmik kita bahkan lebih masif dan saling berhubungan daripada yang dibayangkan sebelumnya.