Apakah “Super El Niño” akan segera terjadi? Memahami Potensi Pergeseran Iklim Global

17

Model meteorologi terbaru menunjukkan bahwa Bumi mungkin berada di ambang “Super El Niño” —peristiwa iklim yang sangat dahsyat hingga mendapat julukan seperti “Godzilla El Niño.” Jika proyeksi ini benar, dunia akan menghadapi tahun cuaca ekstrem yang ekstrem, yang berpotensi mencetak rekor baru suhu global.

Apa definisi El Niño “Super”?

El Niño merupakan fenomena iklim alami yang didorong oleh perubahan di Samudera Pasifik. Dalam kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat, mendorong air permukaan yang hangat menuju Asia. Selama peristiwa El Niño, angin melemah, sehingga air hangat mengalir kembali ke Pasifik tengah dan timur.

Meskipun El Niño terjadi setiap beberapa tahun sekali, intensitasnya diukur dari seberapa hangat suhu permukaan laut Pasifik tengah dibandingkan dengan rata-rata jangka panjang:
Standar El Niño: Suhu mencapai 0,5°C di atas rata-rata.
El Niño Kuat/Super: Suhu naik 2°C atau lebih di atas rata-rata.

Secara historis, peristiwa “super” jarang terjadi karena hanya terjadi selama perubahan iklim besar-besaran pada tahun 1982-83, 1997-98, dan 2015-16.

Prakiraan Saat Ini: Taruhan Tinggi dan Ketidakpastian Tinggi

Data terkini menunjukkan tren pemanasan yang tidak biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, angin barat telah mendorong air hangat dalam jumlah besar menuju Pasifik tengah.

Prospeknya saat ini merupakan gabungan antara probabilitas tinggi dan kehati-hatian ilmiah:
* Proyeksi: Beberapa model dari Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF) menunjukkan kemungkinan 50% terjadinya anomali suhu 2,5°C pada bulan Oktober. Jika model tertentu benar, kita bisa menyaksikan El Niño terkuat yang pernah tercatat.
* “Penghalang Musim Semi”: Ahli meteorologi tetap berhati-hati karena “penghalang musim semi yang dapat diprediksi”, suatu periode ketika pola atmosfer sangat sulit untuk dimodelkan secara akurat. Kepastian yang lebih jelas diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Mei atau Juni.

Gangguan Global: Kisah Dua Ekstrem

El Niño tidak hanya mengubah lautan; ia mengubah sirkulasi atmosfer melalui “telekoneksi”, yang mengubah pola cuaca ribuan mil jauhnya. Hal ini menciptakan efek “jungkat-jungkit” dari cuaca ekstrem:

🌊 Kawasan Berisiko Banjir

Pergeseran kelembapan sering kali menyebabkan curah hujan lebat dan kondisi badai yang menyebabkan:
– Pantai selatan Amerika Utara dan Selatan.
– Tanduk Afrika.
– Cina.
Konteks sejarah: Setelah peristiwa tahun 1997-98, banjir di lembah sungai Yangtze di Tiongkok menyebabkan kerugian sebesar $20 miliar dan merenggut 3.000 nyawa.

🔥 Daerah Berisiko Kekeringan

Sebaliknya, wilayah lain menghadapi musim kemarau yang parah, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan gagal panen:
– Australia dan Asia Tenggara.
– Afrika Tengah dan Selatan.
– India dan hutan hujan Amazon.

Catatan tentang Badai: Menariknya, El Niño sebenarnya dapat mengurangi aktivitas badai di sepanjang Pantai Timur AS dan Karibia dengan meningkatkan “wind shear”, yang mencegah badai berkembang menjadi badai besar.

Hubungan Perubahan Iklim: Sebuah Siklus yang Intensifikasi

Pertanyaan penting bagi para ilmuwan adalah apakah perubahan iklim membuat kejadian-kejadian ini lebih sering atau lebih intens. Meskipun datanya rumit—karena suhu “dasar” juga meningkat—konsensusnya adalah bahwa pemanasan global memperbesar dampaknya.

Bayangkan perubahan iklim sebagai gelombang pasang dan El Niño sebagai gelombang besar yang melanda gelombang tersebut. Hasilnya adalah lonjakan yang jauh lebih besar.

“Kami menyebutnya intensifikasi siklus hidrologi,” jelas Tim Stockdale dari ECMWF. Karena atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan dan tanah menguap lebih cepat, kekeringan menjadi lebih kering dan banjir menjadi lebih dahsyat.

Ambang Batas 1,5°C

Jika terjadi Super El Niño, hal ini dapat meningkatkan suhu global sekitar 0,2°C. Mengingat kita sudah mendekati batas yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris, para ahli memperingatkan bahwa peristiwa El Niño yang masif dapat mendorong suhu global melampaui batas kritis 1,5°C pada awal tahun 2027.


Kesimpulan
Super El Niño mewakili “kejutan” yang signifikan terhadap sistem iklim global. Meskipun ini merupakan siklus alami, interaksinya dengan pemanasan planet mengancam pola cuaca yang dapat diprediksi menjadi peristiwa iklim yang ekstrem, mahal, dan mengancam jiwa.