Tangkap “Fajar Palsu”: Cara Melihat Cahaya Zodiak Bulan Maret Ini

11

Ekuinoks musim semi bulan ini menawarkan kesempatan langka untuk menyaksikan fenomena astronomi yang halus namun spektakuler: cahaya zodiak. Cahaya redup ini muncul sebagai kolom cahaya pucat berbentuk piramida yang muncul dari ufuk barat tepat setelah matahari terbenam, dan terlihat dengan mata telanjang di bawah langit yang gelap.

Apa Penyebab Cahaya Ethereal Ini?

Cahaya zodiak tidak disebabkan oleh benda langit mana pun; sebaliknya, sinar matahari memantulkan partikel debu mikroskopis di luar angkasa. Partikel-partikel ini melayang di sepanjang ekliptika —bidang orbit Bumi mengelilingi matahari, dan bidang yang sama tempat semua planet berada.

Sumber debu ini telah lama diperdebatkan. Secara tradisional, para astronom percaya bahwa itu berasal dari tabrakan komet dan asteroid. Namun, data terbaru dari pesawat luar angkasa Juno milik NASA menunjukkan bahwa Mars sendiri mungkin merupakan kontributor signifikan, yang secara terus-menerus melepaskan partikel-partikel halus ke luar angkasa. Ini adalah penemuan mengejutkan yang menyoroti betapa masih sedikitnya pemahaman kita tentang debu antarplanet.

Kapan dan Dimana Mencarinya

Waktu terbaik untuk mengamati cahaya zodiak di Belahan Bumi Utara adalah pada minggu-minggu sekitar ekuinoks musim semi (20 Maret). Ekliptika berada pada sudut paling curam dibandingkan dengan cakrawala selama periode ini, sehingga cahayanya lebih terlihat. Namun, para pengamat bintang di dekat khatulistiwa dapat melihatnya kapan saja sepanjang tahun.

Tahun ini, kondisinya sangat baik. Bulan akan absen dari langit malam mulai tanggal 7 Maret hingga beberapa hari setelah bulan baru pada tanggal 20 Maret, sehingga menghasilkan kegelapan yang ideal.

Cara Menemukannya: Panduan Sederhana

Tidak diperlukan peralatan khusus—hanya langit cerah dan gelap, jauh dari lampu kota. Biarkan mata Anda setidaknya 20 menit untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kegelapan. Jika beruntung, piramida cahaya pucat dan redup akan muncul dari cakrawala.

Cahaya zodiak adalah pengingat lembut akan luasnya ruang angkasa dan interaksi halus dan konstan antara planet dan debu. Ini adalah tampilan cahaya alami yang indah namun sering diabaikan.

Jika Anda melewatkannya bulan ini, titik balik musim gugur (23 September) menawarkan kesempatan lain, meskipun kondisinya mungkin berbeda. Untuk saat ini, keluarlah dan lihat ke barat – Anda mungkin akan melihat “fajar palsu” sebelum memudar.