Peluncuran Artemis II Tetap Sesuai Rencana Meskipun Ada Masalah Kebakaran dan Cuaca

19

Misi Artemis II NASA masih siap untuk lepas landas pada tanggal 1 April, dengan para pejabat melaporkan kemungkinan 80% kondisi cuaca menguntungkan pada konferensi pra-peluncuran hari Selasa. Misi tersebut, yang bertujuan untuk mengembalikan manusia ke Bulan, menghadapi potensi gangguan baik dari cuaca terestrial maupun aktivitas matahari baru-baru ini, namun manajer NASA memastikan kendaraan dan tim telah siap.

Pemantauan Suar Matahari, Bukan Berhenti

Suar matahari kelas X1.4 yang signifikan meletus pada tanggal 30 Maret, memicu pengawasan badai geomagnetik dari NOAA. Lidah api matahari dapat mengganggu komunikasi, navigasi, dan membuat astronot terkena radiasi, namun Petugas Cuaca Peluncuran NASA, Mark Berger, menyatakan bahwa jilatan api saat ini tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap peluncuran.

“Tidak ada apa pun di sini yang berteriak ‘tidak boleh’ untuk upaya apa pun,” Berger menekankan.

Kriteria peluncuran Artemis II secara khusus menghindari lepas landas selama peristiwa matahari yang parah, dan NASA secara aktif memantau situasi tersebut daripada menunda misinya.

Cuaca Bumi yang Menjadi Perhatian Utama

Meskipun aktivitas matahari dapat dikendalikan, cuaca di permukaan tanah merupakan kekhawatiran yang lebih mendesak. Perkiraan saat ini menunjukkan kemungkinan 80% terjadinya kondisi yang menguntungkan, dengan angin kencang menjadi masalah utama. Curah hujan mungkin terjadi, namun diperkirakan tidak akan mengganggu.

Sejarah Prank NASA

Pengarahan pra-peluncuran menyinggung sejarah lelucon ringan NASA, merujuk pada insiden seperti panggilan penumpang gelap palsu astronot Owen Garriott dari Skylab dan sandwich daging kornet selundupan John Young di Gemini III. Meskipun saat ini belum ada lelucon yang diketahui, masa lalu NASA menunjukkan adanya kejadian lucu bahkan selama misi serius.

Artemis II: Misi Penting

Direktur Uji Senior Jeff Spaulding menggarisbawahi pentingnya Artemis II, dengan menyatakan bahwa misi tersebut membawa kegembiraan dan dedikasi yang signifikan dari semua tim yang terlibat. Peluncuran ini merupakan langkah penting menuju kembalinya manusia ke Bulan, menandai era baru dalam eksplorasi ruang angkasa.

Misi Artemis II tetap berjalan pada tanggal 1 April, dengan NASA memantau secara ketat kondisi luar angkasa dan terestrial. Badan tersebut tampak yakin dengan kesiapannya, menyeimbangkan kesiapan teknis dengan sentuhan kesembronoan historis.