Vitamin B1 Terkait dengan Motilitas Usus: Mungkinkah Mengubah Jadwal Buang Air Besar Anda?

15

Penelitian genetik baru menunjukkan adanya hubungan yang mengejutkan antara asupan vitamin B1 (tiamin) dan seberapa sering Anda… ya, pergi ke kamar mandi. Sebuah penelitian skala besar telah mengidentifikasi varian genetik yang terkait dengan metabolisme tiamin yang tampaknya secara langsung memengaruhi motilitas usus—kecepatan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan Anda.

Peran Tiamin yang Tak Terduga

Para peneliti di Basque Research & Technology Alliance di Spanyol menganalisis data lebih dari 260.000 orang keturunan Eropa dan Asia Timur. Mereka tidak secara spesifik mencari hubungan dengan vitamin, namun analisis genetik mereka terus menunjukkan vitamin B1 sebagai pengatur utama frekuensi buang air besar.

“Masalah motilitas usus merupakan penyebab utama kondisi seperti sindrom iritasi usus besar dan sembelit kronis,” jelas ahli genetika Mauro D’Amato. “Menentukan mekanisme biologis yang tepat sangatlah sulit. Hasil ini memberi kita petunjuk nyata untuk penyelidikan lebih lanjut.”

Bagaimana Vitamin B1 Mempengaruhi Usus Anda?

Studi ini mengidentifikasi dua varian gen spesifik yang berdampak pada aktivasi dan transportasi tiamin. Analisis lanjutan yang melibatkan hampir 100.000 peserta di Biobank Inggris mengungkapkan korelasi kuat antara asupan makanan tiamin dan frekuensi buang air besar. Individu dengan varian gen yang teridentifikasi menunjukkan efek yang sangat nyata.

Implikasinya adalah metabolisme vitamin B1 berperan langsung dalam mengontrol seberapa cepat usus Anda memproses makanan dan membuang limbah. Vitamin ini ditemukan dalam makanan umum seperti biji-bijian, daging, ikan, dan kacang-kacangan, dan sudah dikenal dapat mengubah makanan menjadi energi. Namun, fungsinya yang berhubungan dengan usus baru mulai dipahami.

Melampaui Frekuensi Buang Air Besar: Potensi Bantuan IBS?

Ini bukan hanya tentang seberapa sering Anda menggunakan kamar kecil. Penelitian sebelumnya menunjukkan suplemen vitamin B1 dapat mengurangi peradangan usus, dengan uji coba tahun 2020 menunjukkan tiamin dosis tinggi memperbaiki gejala kelelahan kronis pada individu dengan penyakit radang usus (IBD).

Para penulis studi baru ini mengusulkan bahwa intervensi nutrisi yang dipersonalisasi—seperti suplementasi tiamin—dapat meringankan gangguan motilitas usus dan IBS pada individu yang rentan secara genetik. Langkah selanjutnya melibatkan eksperimen laboratorium dan uji klinis yang dirancang secara ketat untuk mengonfirmasi temuan ini.

“Temuan ini menyoroti potensi pendekatan yang lebih bertarget dalam mengelola kesehatan usus, di mana penyesuaian pola makan atau suplementasi dapat disesuaikan berdasarkan susunan genetik seseorang.”

Hubungan antara tiamin dan fungsi usus masih menjadi bidang penelitian yang berkembang, namun hasil awal menunjukkan bahwa vitamin yang sering diabaikan ini mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam kesehatan pencernaan daripada yang diperkirakan sebelumnya.