Permainan Papan Romawi Kuno Ditemukan dengan Analisis AI

22

Sebuah batu berukir yang baru ditemukan dari kota Romawi Coriovallum (sekarang Heerlen, Belanda) mungkin mewakili permainan papan Romawi yang sebelumnya tidak dikenal, mendahului permainan serupa yang ditemukan di Eropa selama berabad-abad. Temuan ini, yang dimungkinkan melalui simulasi kecerdasan buatan, menunjukkan bahwa bangsa Romawi menikmati permainan strategis yang kompleks di luar Ludus latrunculorum atau Ludus duodecim scriptorum yang terdokumentasi dengan baik.

Penemuan

Lempengan batu kapur datar berukuran 212 kali 145 milimeter ini menampilkan pola geometris unik yang terukir di permukaannya. Ditemukan selama penggalian di Coriovallum, batu tersebut berasal dari tahun 250–476 M, periode ketika batu kapur serupa diimpor dari Prancis untuk dekorasi arsitektur. Skeptisisme awal digantikan oleh rasa ingin tahu ketika peneliti Walter Crist memperhatikan pola pemakaian yang konsisten dengan penggunaan sebagai papan permainan.

AI Mengungkapkan Potensi Gameplay

Untuk menentukan apakah batu tersebut digunakan untuk bermain, tim Crist menggunakan Ludii, sebuah sistem AI yang mampu mensimulasikan ribuan skenario permainan. AI menguji 130 variasi aturan dari permainan papan kuno yang diketahui satu sama lain, termasuk Haretavl (Skandinavia) dan Gioco dell’orso (Italia). Simulasi mengungkapkan bahwa sembilan permainan pemblokiran – di mana para pemain bersaing untuk menjebak lawan mereka – dapat menyebabkan pola keausan khas yang terlihat pada batu tersebut.

Implikasi terhadap Sejarah Permainan

Analisis menunjukkan bahwa batu tersebut mungkin merupakan prototipe atau permainan yang dimainkan secara informal (seperti tergores di tanah), tanpa meninggalkan jejak lain. Jika diverifikasi, penemuan ini akan mendorong mundur sejarah pemblokiran permainan di Eropa selama beberapa abad. Permainan serupa sudah dikenal di Asia Selatan dan Timur, namun bukti di Eropa terbatas pada periode selanjutnya.

Debat dan Penelitian Masa Depan

Tidak semua ahli yakin: beberapa ahli berpendapat bahwa pola yang tidak tepat dan kurangnya contoh serupa menimbulkan keraguan. Namun, peneliti seperti Tim Penn menekankan bahwa menggabungkan temuan arkeologis dengan analisis AI dapat mengungkap misteri lebih lanjut. Papan permainan potensial lainnya dari Vindonissa, Swiss, dengan kotak berbentuk X, dapat diperiksa ulang dengan menggunakan teknik serupa.

Penemuan ini menyoroti bagaimana AI dapat memberikan kehidupan baru pada teka-teki sejarah. Meskipun bukti konklusif mungkin masih sulit dipahami, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang permainan rekreasi dan strategi kuno masih jauh dari sempurna.