Longsoran Matahari: Wawasan Baru tentang Asal Mula Suar

7

Pengamatan baru dari misi Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa (ESA) telah mengungkapkan bahwa ** jilatan api matahari, semburan energi dahsyat dari matahari, dipicu oleh longsoran magnetik yang mengalir **. Penemuan ini memberikan kejelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bagaimana bintang kita melepaskan energi dalam bentuk radiasi berenergi tinggi, termasuk sinar ultraviolet dan sinar-X. Temuan ini dipublikasikan bersamaan dengan data observasi terperinci dari suar kelas menengah yang ditangkap pada 30 September 2024.

Ancaman terhadap Bumi

Semburan api matahari dapat menyebabkan coronal mass ejections (CMEs), yaitu gumpalan besar plasma yang dikeluarkan dari corona matahari. Jika CME ini bersinggungan dengan orbit bumi, maka dapat menyebabkan badai geomagnetik, mengganggu operasi satelit, merusak jaringan listrik, dan mengganggu sistem komunikasi. Meskipun kejadian seperti ini jarang terjadi, potensi gangguan yang meluas membuat pemahaman tentang asal muasal suar menjadi penting untuk kemampuan prediktif.

Cara Kerja Suar Matahari: Proses Langkah-demi-Langkah

ESA Solar Orbiter menyaksikan secara detail penumpukan suar kelas menengah. Prosesnya berlangsung selama 40 menit, dimulai dengan ketidakstabilan magnet kecil yang dengan cepat meningkat. Para ilmuwan mengamati bagaimana garis-garis medan magnet menjadi semakin kencang dan patah, sehingga melepaskan energi dalam reaksi berantai yang mirip dengan longsoran salju di lereng gunung.

Secara khusus, instrumen Solar Orbiter mendeteksi tahapan penting berikut:

  1. Ketidakstabilan Magnetik: Filamen medan magnet yang melengkung mulai menjadi tidak stabil, dengan garis-garis medan putus dan terhubung kembali.
  2. Avalanche Ignition: Peristiwa penyambungan kembali awal ini memicu rangkaian pelepasan yang semakin kuat, yang muncul sebagai semburan cahaya.
  3. Detasemen Filamen: Filamen terlepas dari titik jangkarnya di matahari, didorong oleh angin matahari.
  4. Puncak Suar: Kaskade ini mencapai puncaknya pada suar kelas menengah, dengan tingkat sinar-X yang meningkat secara dramatis dan partikel bermuatan yang berakselerasi hingga hampir setengah kecepatan cahaya.
  5. Pendinginan Pasca-Flare: Setelah energi puncak tercapai, wilayah magnet mengendur, plasma mendingin, dan emisi partikel mereda.

Mengapa Ini Penting: Menyempurnakan Prediksi Flare

Tim peneliti terkejut saat mengetahui bahwa suar besar bisa dipicu oleh serangkaian peristiwa penyambungan kembali yang lebih kecil. Studi ini menunjukkan bahwa semua semburan api mungkin bukan disebabkan oleh letusan tunggal yang kuat, melainkan puncak dari gangguan yang terjadi secara terus-menerus.

“Menit-menit sebelum terjadinya suar sangatlah penting, dan Solar Orbiter memberi kita gambaran langsung ke kaki suar, tempat proses longsoran salju ini dimulai,” kata Pradeep Chitta, peneliti utama.

Beyond Our Sun: Implikasinya terhadap Fisika Bintang

Model longsoran salju sebelumnya telah diusulkan untuk menjelaskan perilaku kolektif dari banyak suar, namun ini adalah pertama kalinya model ini diamati dalam satu peristiwa dengan begitu jelas. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru: apakah semua jilatan api matahari terjadi dengan cara ini? Jika ya, apakah mekanisme yang sama juga berlaku pada bintang lain, khususnya bintang katai merah, yang dikenal karena ledakannya yang sering dan kuat?

Pengamatan ESA Solar Orbiter memberikan langkah maju yang besar dalam memahami cara kerja suar. Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan apakah model longsoran salju bersifat universal, namun penemuan ini telah mengubah cara para ilmuwan memandang peristiwa paling energik di matahari.

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengamatan matahari yang berkelanjutan untuk meningkatkan prakiraan cuaca luar angkasa dan melindungi infrastruktur penting dari dampak berbahaya jilatan api matahari.