NASA berada di jalur yang tepat untuk meluncurkan misi berawak pertamanya ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun pada tanggal 6 Februari. Misi Artemis II mewakili langkah signifikan menuju kehadiran manusia yang berkelanjutan di permukaan bulan, melanjutkan warisan program Apollo tetapi dengan visi jangka panjang.
Meluncurkan Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS)
Pada hari Sabtu, NASA menyelesaikan langkah penting dengan memindahkan roket SLS dan pesawat ruang angkasa Orion ke landasan peluncuran. Perjalanan 12 jam ini menyoroti kompleksitas logistik penerbangan luar angkasa modern, karena para insinyur kini bersiap untuk pemeriksaan peluncuran akhir, termasuk uji bahan bakar yang dikenal sebagai “latihan pakaian basah”.
Mengapa ini penting: SLS adalah roket paling kuat yang pernah dibuat, dirancang untuk misi luar angkasa. Keberhasilan Artemis II bergantung pada pengoperasiannya yang sempurna.
Artemis II: Kru dan Tujuan
Awak beranggotakan empat orang tersebut terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman (komandan), Victor Glover (pilot), Christina Koch (spesialis misi), dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (spesialis misi). Misi sepuluh hari mereka bukanlah tentang pendaratan; sebaliknya, ini adalah pengujian ketat terhadap sistem pesawat ruang angkasa Orion di luar angkasa.
- Para kru akan secara manual mengemudikan Orion di orbit Bumi untuk berlatih mengemudikan pendaratan di bulan di masa depan.
- Mereka akan menjelajah ribuan kilometer di luar Bulan untuk memverifikasi fungsi pendukung kehidupan, penggerak, dan navigasi.
- Astronot juga akan berperan sebagai subjek tes medis, mengumpulkan data tentang dampak perjalanan luar angkasa.
Mengapa ini penting: Artemis II memvalidasi sistem penting untuk Artemis III, misi yang akan mendaratkan manusia di dekat kutub selatan Bulan.
Potensi Meluncurkan Windows
NASA telah mengidentifikasi beberapa jendela peluncuran pada bulan Februari, Maret, dan April, bergantung pada posisi bulan. Tanggal peluncuran sedini mungkin adalah:
- 6, 7, 8, 10, 11 Februari
- 6, 7, 8, 9, 11 Maret
- 1, 3, 4, 5, 6 April
Mengapa ini penting: Misi luar angkasa bukan hanya tentang teknik; mereka tentang mekanika orbital. Bulan harus berada pada posisi yang tepat relatif terhadap Bumi agar lintasannya berhasil.
Beyond Artemis II: Masa Depan Eksplorasi Bulan
Meskipun Artemis II tidak termasuk pendaratan, NASA berencana untuk mendaratkan astronot di Bulan dengan Artemis III, yang saat ini dijadwalkan paling lambat pada tahun 2027, meskipun para ahli memperkirakan tahun 2028 lebih realistis. Misi ini akan mengandalkan pendarat Starship SpaceX atau pesawat rancangan Blue Origin, bersama dengan pakaian antariksa baru dari Axiom.
Mengapa ini penting: Program Artemis bukanlah pengulangan program Apollo. NASA bertujuan untuk kehadiran bulan yang berkelanjutan, termasuk stasiun luar angkasa Gateway di orbit bulan dan robot penjelajah. Kemitraan komersial dan kolaborasi internasional merupakan inti dari visi jangka panjang ini.
Misi Bulan berawak terakhir, Apollo 17, dilakukan pada bulan Desember 1972. Program Artemis menandai kembalinya eksplorasi bulan, didorong oleh kemajuan teknologi, pertimbangan geopolitik, dan keinginan untuk memiliki jejak manusia permanen di luar Bumi.



























