Asteroid Tercepat yang Pernah Ditemukan Menantang Teori yang Ada

16

Para astronom telah mengidentifikasi sebuah asteroid, 2025 MN45, yang berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya menggunakan data awal dari kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST) milik Observatorium Vera C. Rubin. Penemuan ini, yang dirinci dalam The Astrophysical Journal Letters, tidak hanya memecahkan rekor tetapi juga memaksa para ilmuwan untuk mempertimbangkan kembali asumsi tentang komposisi dan evolusi asteroid.

Mengapa Perputaran Asteroid Penting

Asteroid berputar dengan kecepatan yang berbeda-beda, namun kecepatan ini mengungkapkan rincian penting tentang pembentukannya, struktur internalnya, dan tabrakan hebat apa pun yang pernah mereka alami. Perputaran cepat menunjukkan bahwa asteroid mungkin merupakan pecahan benda yang lebih besar dan hancur, atau materialnya sangat kuat. Sebagian besar asteroid merupakan “tumpukan puing”—pecahan batuan yang disatukan secara longgar—yang berarti ada batas kecepatan yang bisa membuat mereka pecah.

Untuk asteroid di sabuk utama, batasnya sekitar 2,2 jam. Lebih cepat lagi, asteroid tersebut memerlukan integritas struktural yang serius agar tetap utuh. Semakin cepat ia berputar dan semakin besar ukurannya, materialnya harus semakin kuat.

Asteroid Pemecah Rekor: 2025 MN45

Asteroid yang baru ditemukan 2025 MN45 berdiameter 710 meter dan menyelesaikan rotasi penuh hanya dalam 1,88 menit. Hal ini menjadikannya asteroid yang berputar paling cepat sepanjang 500 meter yang pernah diamati. Sarah Greenstreet, asteroid tersebut pasti terbuat dari material sekuat batuan padat—sebuah temuan yang mengejutkan mengingat sebagian besar asteroid dianggap sebagai tumpukan puing yang rapuh.

“Yang jelas, asteroid ini harus terbuat dari material yang memiliki kekuatan sangat tinggi agar tetap utuh saat berputar begitu cepat.” – Dr.Sarah Greenstreet

Tim juga mengidentifikasi 16 rotator super cepat lainnya (berputar antara 13 menit dan 2,2 jam) dan tiga rotator ultra cepat (di bawah lima menit per putaran). Ke-19 asteroid yang baru diidentifikasi memiliki panjang setidaknya 90 meter. Penemuan penting lainnya termasuk asteroid 2025 MJ71, 2025 MK41, 2025 MV71, dan 2025 MG56.

Kemampuan Terobosan Observatorium Rubin

Kamera LSST milik Observatorium Vera C. Rubin secara unik cocok untuk mendeteksi asteroid yang berputar cepat ini. Data domain waktu beresolusi tinggi memungkinkan penemuan yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Kemampuan observatorium untuk menangkap perubahan langit secara mendetail dan cepat membentuk kembali pemahaman kita tentang Tata Surya.

Penemuan MN45 2025 dan asteroid berputar cepat lainnya menantang model komposisi asteroid yang ada dan menyoroti pentingnya observasi berkelanjutan dengan instrumen canggih seperti Observatorium Rubin. Ini berarti kita mungkin perlu merevisi cara kita berpikir tentang pembentukan asteroid, struktur, dan potensi bahaya yang ditimbulkannya.