Lapisan Es Greenland Ditemukan ‘Mendidih’ Dari Dalam, Menantang Model Iklim

17

Para ilmuwan telah memecahkan misteri lama di Lapisan Es Greenland: struktur aneh seperti bulu yang berada jauh di bawah permukaan disebabkan oleh konveksi termal – sebuah proses yang biasanya terkait dengan mantel bumi, bukan es. Temuan tak terduga ini, yang dipublikasikan di The Cryosphere, dapat menyempurnakan model iklim secara signifikan dan meningkatkan prediksi kenaikan permukaan laut.

Penemuan: Es yang Berperilaku Seperti Air Mendidih

Selama bertahun-tahun, ahli glasiologi mengamati fitur-fitur tidak biasa di lapisan es yang bertentangan dengan pemahaman konvensional. Penelitian baru dari Universitas Bergen, NASA, dan Universitas Oxford mengungkapkan bahwa es dalam sepuluh kali lebih lembut dari perkiraan sebelumnya, sehingga memungkinkan panas meningkat dan menciptakan arus konveksi.

Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Andreas Born dari Universitas Bergen, “Kita biasanya menganggap es sebagai bahan padat… penemuan bahwa bagian-bagian Lapisan Es Greenland benar-benar mengalami konveksi termal, menyerupai panci pasta yang mendidih, adalah hal yang liar sekaligus menarik.”

Mengapa Ini Penting: Menyempurnakan Prediksi Iklim

Implikasinya sangat besar. Konveksi termal memengaruhi cara es mengalir dan mencair, dan model saat ini mungkin meremehkan dampak ini. Meskipun es yang lebih lunak tidak secara otomatis berarti pencairan yang lebih cepat, hal ini menimbulkan variabel yang sebelumnya belum terhitung.

Robert Law, penulis utama studi ini, mengklarifikasi: “Meningkatkan pemahaman kita tentang fisika es adalah cara yang sangat penting untuk lebih yakin tentang masa depan… namun, es yang lebih lunak tidak berarti es akan mencair lebih cepat.”

Penemuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak pastinya terhadap stabilitas lapisan es. Model aliran es dan laju pencairan es saat ini mungkin perlu disesuaikan dengan memperhitungkan arus konveksi internal ini.

Greenland: Lapisan Es Dinamis yang Luar Biasa

Penelitian ini juga menyoroti sifat unik lapisan es Greenland, yang berusia lebih dari seribu tahun dan mendukung populasi manusia permanen di sepanjang pinggirannya. Hal ini membuat penelitian ini menjadi lebih penting, karena Greenland bukan hanya fitur geologis; ini adalah wilayah yang kaya akan sejarah dan masyarakat masa kini yang akan terkena dampak langsung dari perubahan lapisan es.

Pada akhirnya, memahami proses-proses tersembunyi ini sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat pesisir menghadapi perubahan yang tak terhindarkan di masa depan. Semakin banyak kita mempelajari perilaku es, semakin akurat prediksi kita, sehingga memungkinkan strategi adaptasi yang lebih baik.

“Semakin banyak kita belajar tentang proses tersembunyi di dalam es, kita akan semakin siap menghadapi perubahan yang terjadi pada garis pantai di seluruh dunia.”

Studi ini menggarisbawahi bahwa Greenland adalah sistem yang dinamis, dan responsnya terhadap perubahan iklim akan jauh lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.