Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (H.H.S.) AS akan meningkatkan pendanaan federal untuk program pengobatan kecanduan berbasis agama sebagai strategi utama untuk memerangi meningkatnya angka penggunaan narkoba dan tuna wisma di kota-kota Amerika. Pengumuman tersebut, yang dibuat oleh Menteri Robert F. Kennedy Jr. pada hari Senin, mencerminkan semakin besarnya penekanan pada pendekatan holistik terhadap pemulihan yang mencakup komponen spiritual.
Masalah: Siklus Intervensi Krisis
Menteri Kennedy menekankan sistem yang ada saat ini sering kali mengecewakan individu yang berjuang melawan kecanduan dan kesehatan mental, sehingga mengakibatkan siklus kunjungan ruang gawat darurat, penahanan, dan masa tinggal di tempat penampungan yang tidak stabil. Ia menyatakan dengan jelas bahwa penyalahgunaan narkoba adalah penyebab utama tunawisma, dan bahwa perawatan intensif—termasuk integrasi komunitas dan dukungan pekerjaan—sangat penting untuk pemulihan jangka panjang.
Ini bukanlah masalah baru. AS telah lama berjuang melawan layanan kecanduan yang terfragmentasi, dengan pendanaan yang sering kali lebih mengutamakan perbaikan jangka pendek dibandingkan opsi pemulihan jangka panjang dan berkelanjutan. Pergeseran ke arah program berbasis agama merupakan upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan memanfaatkan jaringan sosial dan kerangka spiritual yang sudah diandalkan oleh banyak komunitas.
Aliran Pendanaan Baru untuk Organisasi Berbasis Keagamaan
H.H.S. sekarang akan membuka peluang hibah federal yang ada, seperti hibah Respon Opioid Negara Bagian, untuk menyertakan penyedia layanan berbasis agama. Menteri Kennedy mengutarakan alasan di balik keputusan ini, dengan menyatakan bahwa kecanduan bukan hanya masalah kesehatan fisik dan mental, namun juga masalah spiritual yang mendalam.
Langkah ini mewakili perubahan kebijakan yang signifikan, karena pemerintah federal secara historis menjaga jarak dari intervensi yang secara eksplisit berbasis agama. Alasannya sekarang adalah bahwa organisasi berbasis agama dapat menyediakan struktur dukungan yang unik—seperti “rumah yang tenang” dan komunitas pemulihan—yang melengkapi atau meningkatkan perawatan medis tradisional.
Perluasan Pengobatan dengan Bantuan Pengobatan
Bersamaan dengan inisiatif berbasis agama, H.H.S. juga akan meningkatkan pendanaan untuk pengobatan yang terbukti efektif dalam mengobati gangguan penggunaan opioid (OUD). Pemerintah negara bagian dan suku kini dapat menggunakan dana perlindungan anak federal untuk menutupi biaya pengobatan seperti buprenorfin, metadon, dan naltrexone bagi orang tua yang kecanduan. Perluasan ini bertujuan untuk menstabilkan keluarga dan mencegah siklus kecanduan berlanjut antar generasi.
Pendekatan ganda—dukungan berbasis keyakinan dikombinasikan dengan pengobatan berbasis bukti—mencerminkan strategi yang lebih luas dalam menyediakan berbagai jalur menuju pemulihan, dengan mengakui bahwa tidak ada solusi tunggal yang berhasil untuk semua orang.
Melihat ke Depan
Keberhasilan model pendanaan yang diperluas ini akan bergantung pada penerapan dan pengawasan yang cermat. Para kritikus menyuarakan keprihatinan mengenai potensi diskriminasi atau pemaksaan dalam program berbasis agama, serta kurangnya data yang akurat mengenai efektivitas program tersebut dalam jangka panjang. Namun, jika diterapkan dengan bijaksana, inisiatif ini dapat memberikan bantuan baru yang penting bagi individu yang berjuang melawan kecanduan dan tuna wisma. Tujuannya adalah untuk memutus siklus intervensi krisis dan menawarkan jalur pemulihan yang berkelanjutan.




























