Mulai hari ini, 26 Januari 2025, Bulan berada dalam fase Kuartal Pertama, yang berarti sekitar 54% permukaan bulan diterangi. Hal ini menandai titik di mana Bulan tinggal satu malam lagi untuk mendapatkan cahaya penuh, dan lebih dari separuh piringan bulan terlihat oleh pengamat di Bumi.
Yang Dapat Anda Lihat Malam Ini
Dengan mata telanjang, pengamat dapat melihat area gelap dan terang yang menonjol di permukaan Bulan. Daerah yang lebih gelap, yang dikenal sebagai maria (laut), seperti Crisium, Serenitatis, dan Vaporum, mudah terlihat. Teropong menyempurnakan pemandangan, memperlihatkan fitur-fitur seperti Pegunungan Apennine, Kawah Alphonsus, dan Mare Nectaris. Teleskop memberikan lebih banyak detail, termasuk lokasi pendaratan bersejarah Apollo 11 dan 15, serta Rupes Altai—garis patahan bulan yang dramatis.
Penjelasan Siklus Bulan
Siklus Bulan dari Bulan Baru ke Bulan Baru berlangsung kira-kira 29,5 hari. Selama periode ini, Bulan berkembang melalui delapan fase berbeda:
- Bulan Baru: Tidak terlihat, karena Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
- Bulan Sabit Waxing: Sepotong cahaya muncul di sisi kanan.
- Kuartal Pertama: Separuh Bulan menyala di sisi kanan.
- Waxing Gibbous: Lebih dari separuh Bulan diterangi.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan Bulan cerah.
- Waning Gibbous: Bulan mulai kehilangan cahaya di sisi kanan.
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir): Separuh Bulan menyala di sisi kiri.
- Bulan Sabit Pudar: Sepotong tipis cahaya tetap berada di kiri sebelum menjadi gelap kembali.
Jumlah sinar matahari yang mengenai Bulan pada waktu tertentu menentukan seberapa banyak sinar matahari yang tampak dari Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang mengelilingi planet kita, meskipun selalu menunjukkan sisi yang sama, namun mengubah perspektif seberapa banyak bagian bulan yang diterangi.
Melihat ke Depan
Bulan Purnama berikutnya dijadwalkan pada 1 Februari 2025, menyusul periode peningkatan kecerahan di langit. Bulan purnama terakhir terjadi pada tanggal 3 Januari, melanjutkan pola langit yang teratur ini.
Siklus bulan adalah aspek mendasar dalam astronomi dan tidak hanya memengaruhi langit malam, namun juga fenomena seperti pasang surut air laut, sehingga menjadikannya elemen penting dalam memahami hubungan Bumi dengan tetangga terdekatnya.
