Pengiriman Hormon IVF Tanpa Rasa Sakit: Microneedle Patch Menunjukkan Janji dalam Uji Coba Awal

13

Fertilisasi in vitro (IVF) bergantung pada pemberian hormon yang tepat, biasanya melalui suntikan setiap hari. Sebuah studi baru menunjukkan alternatif potensial: patch microneedle yang diaktifkan dengan cahaya yang memberikan hormon tanpa rasa sakit dan otomatis. Penelitian pendahuluan pada tikus menunjukkan kelayakan metode ini, menawarkan solusi masa depan terhadap ketidaknyamanan dan ketidaknyamanan yang dihadapi pasien IVF.

Masalah dengan Protokol IVF Saat Ini

Suntik hormon setiap hari merupakan beban besar bagi pasien IVF. Suntikan ini, meskipun efektif, sering kali digambarkan sebagai nyeri dan memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap jadwal. Dosis yang terlewat atau pemberian yang tidak konsisten dapat mengurangi tingkat keberhasilan secara signifikan. Para peneliti memperkirakan bahwa pemberian obat yang tidak konsisten merupakan faktor kunci kegagalan IVF, sehingga menyoroti perlunya metode yang lebih andal.

Cara Kerja Patch Microneedle

Tambalan ini menggunakan jarum mikroskopis yang diisi dengan nanopartikel yang mengandung hormon. Partikel-partikel ini dilapisi bahan yang terurai saat terkena cahaya inframerah-dekat (NIR). Ketika tambalan itu menyala, lapisan itu larut, melepaskan hormon langsung ke aliran darah.

  • Aktivasi Cahaya: Patch ini telah diprogram untuk melepaskan hormon pada interval yang tepat menggunakan cahaya NIR, sehingga menghilangkan kebutuhan akan suntikan manual.
  • Persalinan Tanpa Rasa Sakit: Jarum hanya menembus lapisan luar kulit (stratum korneum), menghindari ujung saraf dan memastikan pengalaman bebas rasa sakit.
  • Efek Samping yang Diminimalkan: Partikel nano itu sendiri tetap terkandung di dalam patch, sehingga mencegah akumulasi di organ, hal yang menjadi perhatian pada terapi berbasis nanopartikel lainnya.

Temuan Studi pada Tikus

Pengujian pada tikus menunjukkan bahwa patch tersebut berhasil mengantarkan hormon leuprolide tanpa melepaskan nanopartikel berbahaya ke dalam tubuh. Hormon memasuki aliran darah sebagaimana mestinya, menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai desain. Namun, para peneliti belum memastikan apakah metode pengiriman ini secara efektif merangsang pematangan sel telur, sebuah langkah penting dalam IVF.

Tantangan dan Penelitian Masa Depan

Meskipun menjanjikan, teknologi ini menghadapi beberapa kendala sebelum digunakan secara klinis:

  • Variabilitas Kulit: Ketebalan kulit dan aliran darah berbeda antar pasien, sehingga berpotensi memengaruhi penetrasi cahaya dan pelepasan hormon.
  • Batasan Dosis: Prototipe saat ini memberikan dosis kecil. Peningkatan skala agar sesuai dengan protokol IVF standar memerlukan patch yang lebih besar atau peningkatan kepadatan nanopartikel.
  • Biokompatibilitas Jangka Panjang: Memastikan bahan tambalan tetap lembam dan tidak beracun dalam jangka waktu lama sangatlah penting.

Para peneliti sekarang melakukan penelitian tambahan pada tikus untuk menyempurnakan sistem dan mengoptimalkan pengiriman hormon. Tim ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan dosis dan menunjukkan kemanjuran patch dalam mendorong pematangan sel telur.

Keberhasilan teknologi ini bergantung pada pembuktian keamanan dan skalabilitas jangka panjang. Jika diatasi, patch jarum mikro ini dapat merevolusi IVF, menjadikan pemberian hormon lebih mudah, lebih konsisten, dan mengurangi rasa sakit bagi pasien di seluruh dunia.