Artemis II Memecahkan Rekor Jarak Manusia Selama Terbang Lintas Bulan yang Bersejarah

15

Misi Artemis II secara resmi telah memasuki era baru eksplorasi ruang angkasa, membawa manusia lebih jauh dari Bumi dibandingkan titik mana pun dalam sejarah. Pada tanggal 6 April, pesawat luar angkasa Orion, yang diberi nama Integrity, melampaui tonggak sejarah berusia setengah abad, melampaui rekor jarak yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13.

Melampaui Tonggak Sejarah 55 Tahun

Selama lebih dari lima dekade, rekor perjalanan manusia terjauh dari Bumi dipegang oleh awak Apollo 13, yang mencapai jarak 248.655 mil (400.171 km) pada tahun 1970. Rekor tersebut dipecahkan pada pukul 13.57 waktu setempat. EDT saat kapsul Orion mulai berputar mengelilingi sisi jauh Bulan.

Awak Artemis II diperkirakan mencapai jarak maksimum 252.760 mil (406.777 km) selama enam jam terbang melintasi bulan—melebihi rekor sebelumnya sekitar 4.100 mil.

“Hari ini, demi seluruh umat manusia, Anda berupaya melampaui batas tersebut,” ujar astronot CSA Jenni Gibbons saat kru memecahkan rekor.

Penemuan Ilmiah dan Penghargaan Pribadi

Saat pesawat ruang angkasa bergerak mengelilingi sisi jauh bulan, misi tersebut beralih dari prestasi teknis menjadi misi yang sangat manusiawi. Saat mengamati permukaan bulan, para kru mengidentifikasi kawah yang menonjol di dekat batas sisi dekat dan jauh Bulan.

Dalam momen yang emosional, komandan Artemis II Reid Wiseman meminta agar fitur tersebut diberi nama “Carroll” untuk mengenang mendiang istrinya. Para kru juga mengidentifikasi kawah lain, memintanya diberi nama sesuai pesawat ruang angkasa mereka, Integrity.

Di luar pencapaian pribadi ini, misi ini juga memiliki tujuan ilmiah yang penting. Para kru—terdiri dari Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen—bertugas memotret sekitar 30 target ilmiah. Ini termasuk:
The Orientale Basin: Kawah tumbukan besar yang lebarnya kira-kira 600 mil.
The Hertzsprung Basin: Kawah kuno yang terletak di sisi jauh bulan.

Karena Artemis II mempertahankan orbit yang lebih tinggi daripada misi Apollo awal, para ilmuwan akan mendapatkan pemandangan geologi bulan yang unik dan multi-sudut yang sebelumnya tidak mungkin ditangkap.

Tontonan Visual: Gerhana Bumi dan Gerhana Matahari

Lintasan ke bulan dirancang untuk memberikan beberapa data visual paling signifikan dalam penerbangan luar angkasa modern. Para kru akan menyaksikan beberapa fenomena langit langka:
Earthrise dan Earthset: Para kru akan mengamati Bumi menghilang di balik Bulan dan muncul kembali di cakrawala bulan, menciptakan kembali perspektif ikonik yang pertama kali ditangkap oleh Apollo 8 pada tahun 1968.
Gerhana Matahari: Saat Bulan melintas di depan Matahari, para astronot akan menggunakan peralatan khusus untuk memotret atmosfer luar Matahari, atau korona.

Misi tersebut juga membawa jembatan simbolis antar generasi. Para kru disambut saat bangun tidur oleh rekaman pesan dari mendiang astronot Apollo 8 Jim Lovell, yang meninggal pada Agustus 2025: “Selamat datang di lingkungan lama saya… jangan lupa menikmati pemandangan.”


Kesimpulan
Dengan memecahkan rekor jarak yang dibuat pada era Apollo, Artemis II tidak hanya melakukan manuver teknis; ini memvalidasi kemampuan luar angkasa generasi berikutnya dan memperluas jejak manusia di tata surya.