NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II pada Rabu malam, mengirimkan empat astronot dalam perjalanan terobosan menuju Bulan. Hal ini menandai pertama kalinya manusia mengorbit satelit alami Bumi dalam lebih dari setengah abad, menghidupkan kembali ambisi untuk kehadiran bulan dalam jangka panjang dan misi masa depan ke Mars.
Ikhtisar Misi: Penerbangan Orbital Sepuluh Hari
Para kru – yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen – akan menghabiskan sepuluh hari di orbit bulan dengan menggunakan kapsul awak Orion. Penerbangan mereka menggunakan roket Space Launch System (SLS), yang merupakan komponen penting dari program Artemis NASA. Misi ini berfungsi sebagai uji coba skala penuh sistem SLS dan Orion sebelum mencoba melakukan pendaratan.
Program Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan pada tahun 2028, memanfaatkan sumber daya dan infrastruktur bulan untuk eksplorasi luar angkasa. Ini adalah perubahan yang signifikan dari misi Apollo pada tahun 1960an dan 70an, yang sebagian besar berfokus pada pencapaian simbolis daripada pemukiman jangka panjang.
Pergeseran Garis Waktu dan Rencana Masa Depan
NASA baru-baru ini menyesuaikan jadwal pendaratannya di bulan. Misi Artemis III, yang awalnya direncanakan pada tahun 2027, telah direvisi menjadi uji terbang. Upaya berikutnya yang direncanakan untuk mendaratkan astronot di Bulan sekarang dijadwalkan untuk Artemis IV pada tahun 2028. Penyesuaian ini mencerminkan kompleksitas misi bulan dan perlunya pengujian menyeluruh sebelum mencoba pendaratan berawak.
Terakhir kali NASA mendaratkan manusia di Bulan adalah pada tahun 1972, dengan misi Apollo 17. Artemis I, uji terbang tanpa awak, berhasil mengorbit Bulan pada tahun 2022, memvalidasi sistem SLS dan Orion.
Mengikuti Misi
Untuk pembaruan real-time, NASA menyediakan siaran langsung di Twitch dan YouTube, serta blog langsung di situs resminya. Sumber daya ini memberikan wawasan rinci mengenai kemajuan misi.
Misi Artemis II bukan sekadar kembali ke Bulan; ini adalah batu loncatan menuju kehadiran permanen di luar angkasa, mendorong batas-batas eksplorasi manusia dan penemuan ilmiah.
